Senin, 11 November 2013

Manusia dan Penderitaan



MANUSIA DAN PENDERITAAN
A.    PENDERITAAN

Penderitaan adalah suatu keadaan dimana kita merasa disakiti atau di tindas secara fisik maupun mental. Contoh secara fisik yaitu : mengalami suatu musibah, terkena penyakit, dll. Contoh secara mental yaitu : mendapat cacian, di kecewakan, di kucilkan, di khianati dan di itnggalkan.

Dalam pengertian lain, penderitaan berasal dari kata "derita" ,dan kata derita berasal dari bahasa sansekerta "dhra" yang artinya menahan atau menanggung. Penderitaan bisa saja di alami oleh semua orang. Penderitaan sesorang belum tentu sama dengan penderitaan yang di alami oleh orang lain. Tingkat intensitas penderitaan juga bertahap yaitu dari yang ringan hingga yang berat. Penderitaan merupakan langkah awal sesorang untuk bangkit dari keterpurukan agar menjadi lebih baik dari sebelumnya.

B.    SIKSAAN

Siksa berasal dari bahasa inggris "torture" yang artinya digunakan untuk merujuk pada penciptaan rasa sakit untuk menghancurkan sesuatu. Segala tindakan yang menimbulkan penderitaan, baik secara fisik maupun mental, yang dilakukan terhadap seseorang dengan tujuan balas dendam, hukuman, intimidasi dan sadisme dapat dikatakan sebagai penyiksaan. 

Siksaan digunakan sebagai cara untuk pemaksaan sesuatu, kepentingan pribadi dan kepentingan hukum. Penyiksaan hampir secara universal telah di anggap sebagai pelanggaran berat hak asasi manusia. Manusia mempunyai hak asasi dalam melindungi dirinya dari siksaan. 

C.   Kekalutan mental
Kekalutan mental adalah penderitaan batin atau kekalutan mental adalah gangguan psiki seseorang kana tidak mampu menghadapi masalah yang harus diatasi sehingga ia bertindak laku secara tidak pantas.

1. Gejala-gejala Kekalutan mental adalah
      . sering mengalami pusing, sesak napas, demam, nyeri pada lambung
      . kelihatan dari jiwanya sering mengalami Cemas, ketakutan, patah hati mudah marah dan cemburu
2. Tahap-Tahap gangguan kejiwaan
      . kelihatan gejala-gejala kehidupan si penderita bisa jasmani maupun rohani
      . mempertahankan diri dengan cara negative
3. Sebab Timbulnya kekalutan Mental.
       . kepribadian yang lemah
       . tejadi konflik sosial budaya
       . cara pematangan batin yang salah dengan memberikan reaksi yang berlebihan terhadap kehidupan sosial atau overacting

D.   Penderitaan Dan Perjuangan
Penderitaan pasti dialami setiap orang dan penderitaan itu adalah suatu kejadian yang harus kita alami dan semua itu tergantung kepada kita masing masing bagaimana cara mengatasi penderitaan tersebut. Sudah menjadi konsekwensi smanusia ntuk hidup dan mengalami penderitaan, dan manusia dilahirkan bukan

Untuk bahagia saja tetapi juga mengalami yang namanya penderitaan. Pasti setiap orang berjuang dalam mengatasi penderitaan tersebut dan itu dia kita harus berjuang dan tidak membiarkannya dan juga berdoa kepadanya.

E.    Pengaruh Penderitaan

Pengaruh dari penderitaan itu mungkin akan dialami seseorang baik itu positif maupun negatif, contoh sikap negatif contohnya adalah penyesalan karena tidak bahagian, sikap kecewa, putus asa, ingin bunuh diri.
Berpikir positif dan bertindak positif adalah hal optimis untuk mengatasi penderitaan hidup bahwa hidup ini bukan sebuah penderitaan melainkan perjuangan untuk membebaskan dari penderitaan. Biasanya orang yang bersikap positif kreatid dan tidak mudah menyerah.
Jadi jika sikap positif dikomunikasikan dengan sikap positid oleh para seniman kepada para pembaca dsb maka meraka akan memberikan penilaiannya. Penilaian iru dapat berupa kemauan untuk mengadakn perubahan nilai-nilai kehidupan dalam masyarakat dengan tujuan memperbaiki keadaan. keadaan yang sudah tidak sesuai diganti dengan keadaan yang sesuai. Yang berupa hambatan disingkirkan.

http://yahotsiahaan.blogspot.com/2013/04/manusia-dan-penderitaan.html

Manusia dan Keindahan


Manusia Dan Keindahan

Pengertian Keindahan
kata keindahan berasal dari kata indah, artinya bagus, permai, cantik, elok, molek, dan sebagainya. Benda yang mempunyai sifat indah ialah segala hasil seni, pemandangan alam, manusia, rumah, tatanan, perabot rumah tangga, suara warna, dan sebagainya. Karena itu keindahan dapat dikatakan, bahwa keindahan merupakan bagian dari hidup manusia. Keindahan tak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Keindahan juga bersifat universal, artinya tidak terikat oleh selera perseorangan, waktu dan tempat, selera mode, kedaerahan atau lokal.

manusia dan keindahan
Keindahan berasal dari kata indah, artinya bagus, permai, cantik, elok, molek dan sebagainya. Benda yang mempunyai sifat indah ialah segala hasil seni, (meskipun tidak semua hasil seni indahl, pemandangari alam (pantai, pegunungan, danau, bunga-bunga di lereng gunung), manusia (wajah, mata, bibir, hidung, rambut, kaki, tubuh), rumah (halaman, ta13nan, perabot rumah tangga dan sebagainya), suara, warna dan sebagainya. Keindahan adalah identik dengan kebenaran.
Menurut The Liang Gie dalam bukunya “G,a-ris Besar Estetik” (Filsafat Keindahan) dalam bahasa Inggris keindahan itu diterjemahkan dengan kata “beautiful”, Perancis “beau”, Italia dan Spanyol “bello”, kata-kata itu ber asal dari- bahasa Latin “bellum”. Akar katanya adalah ”bonum” yang berarti kebaikan kemudian mempunyai bentuk pengecilan menjadi’ ”bonellum” dan terakhir dipendekkan sehingga ditulis “bellum”.
Selain itu menurut luasnya dibedakan pengertian:

1.    Keindahan dalam arti luas.

Selanjutnya The Liang Gie menjelaskan.bahwa keindahan dalam arti luas mengandung pengertian ide kebaikan. Misalnya Plato menyebut watak yang indah dan hukum yang indah, sedangkan Aristoteles merumuskan keindahan sebagai sesuatu yang baik dan juga menyenangkan.
. Jadi pengertian yang seluas-Iuasnya meliputi :
· keindahan seni
· keindahan alam
· keindahan moral
· keindahan intelektual.

2.    Keindahan dalam arti estetik murni.
Keindahan dalam arti estetik murni menyangkut pengalaman estetik seorang dalam hubungannya dellgan se:gala sesuatu yang diserapnya.

3.    Keindahan dalam arti terbatas dalam hubungannya dengan penglihatan.
Keindahan dalam arti yang terbatas, me~punyai arti yang lebih disempitkan sehingga hanya menyangkut bendabenda yang dapat -diserap dengan penglihatan, yakni berupa keindahan bentuk dan warna. keindahan tersusun dari berbagai keselarasan dan kebalikan dari garis, warna, bentuk, nada, dan kata-kata. Ada pula yang berpendapat bahwa keindahan adalah suatu kumpulan hubungan-hubungan yang selaras dalam suatu benda dan di antara benda itu dengan si pengarnat.
- Nilai estetik
Dalam rangka teori umum tentang nilai The Liang Gie menjelaskan bahwa, pengertian keindahan dianggap sebagai salah satu jenis nilai seperti halnya nilai moral, nilai ekonomi, nilai pendidikan, dan sebagainya. Nilai yang berhubungan dengan segala sesuatu yang tercakup dalam pengertian keindahan disebut nilai estetik. Dalam ”Dictionary of Sociology and Related Science” diberikan rumusan tentang nilai sebagai berikut :
‘”The believed Capacity of any object to saticgy a human desire. The Quality of any object which causes it be of interest to an individual or a group” (Kemampuan yang dianggap ada pada suatu benda yang dapat memuaskan keinginan manusia. Sifat dari suatu benda yang menarik minat seseorang atau suatu kelompok).
Hal itu berarti, bahwa nilai adalah semata-mata adalah realita psikologi yang harus dibedakan secara tegas dari kegunaan, karena terdapat dalam jiwa manusia dan bukan pada hendaknya itu sendiri. Nilai itu (oleh orang) dianggap terdapat pada suatu benda sampai terbukti letak kebenarannya.
Nilai itu ada yang membedakan antara nilai sub yektif dan obyektif,Tetapi penggolongan yang penting ialah:
- Nilai ekstrinsik
Nilai ekstrinsik adalah sifat baik dari suatu benda sebagai alat atau sarana untuk sesuatu hal lainnya (“instrumental! Contributory value”), yakni nilai yang bersifat sebagai alat atau membantu contohnya: puisi, bentuk puisi yang terdiri dari bahasa, diksi, baris, sajak, irama, itu disebut nilai ekstrinsik
- Nilai intrinsik
Nilai intrinsik adalah sifat baik dari benda yang bersangkutan, atau sebagai suatu tujuan, ataupun demi kepentingan benda itu sendiri. Contohnya : pesan puisi yang ingin disampaikan kepada pembaca melalui (alat benda) puisi itu disebut nilai intrinsik .
B. Pengelompokan-pengelompokan pengerian keindahan
dilihat dari beberapa persepsi tentang keindahan berikut ini :
1. Keindahan adalah sesuatu yang rnendatangkan rasa menyenangkan bagi yang melihat (Tolstoy);
2. Keindahan adalah keseluruhan yang merupakan susunan yang teratur dari bagian-bagian yang saling berhubungan satu sarna lain, atau dengan keseluruhan itu sendiri. Atau, beauty is an order of parts in their manual relations and in their relation to the whole (Baumgarten).
3. Yang indah hanyalah yang baik. Jika belum baik ciptaan itu belurn indah. Keindahan harus dapat memupuk perasaan moral. Jadi ciptaan-ciptaan yang amoral tidak bisa dikatakan indah, karena tidak dapat digunakan untuk memupuk moral (Sulzer).
4. Keindahan dapat terlepas sarna sekali dari kebaikan (Winehelmann).
5. Yang indah adalah yang rnemiliki proporsi yang harmonis. Karena proporsi yang harrnonis itu nyata, maka keindahan itu dapat disamakan dengan kebaikan. Jadi, yang indah adalah nyata dan yang nyata adalah yang baik (Shaftesbury). .
6. Keindahan adalah sesuatu yang dapat mendatangkan rasa senang (Hume).
7. Yang indah adalah yang paling banyak mendatangkan rasa senang, dan itu adalah yang dalam waktu sesingkat-singkatnya paling banyak memberikan pengalaman yang menyenangkan (Hemsterhuis).
Dengan melihat demikian beragamanya pengertian keindahan, dan kita harus percaya bahwa yang di atas itu hanyalah sebagian kecil, boleh jadi akan rnengeeewakan kita yang menuntut adanya satu pengertian yang tunggal tapi yang memuaskan. Namun demikian, dari berbagai pengertian yang ada, sebenarnya, kita bisa menempatkannya dalam kelompok-kelompok pengertian tersendiri, Pengelompokan-pengelompokan yang bisa kita buat adalah sebagai berikut :
1. Pengelompokan pengertian keindahan berdasar pada titik pijak atau landasannya.
Dalam hal ini ada dua pengertian keindahan, yaitu yang bertumpu pada obyek dan subyek, Yang pertama, yaitu keindahan yang obyektif, adalah keindahan yang memang ada pada obyeknya sementara kita sebagaimana mestinya. Sedang yang kedua; yang disebut keindahan subyektif; adalah keindahan yang biasanya ditinjau dari segi subyek yang melihat dan menghayatinya. Di sini keindahan diartikan sebagai segala sesuatu yang dapat menimbulkan rasa senang pada diri si penikmat dan penghayat (subyek) tanpa dicampuri keinginan-keinginan yang bersifat praktis, atau kebutuhan·kebutuhan pribadi si penghayat.

2. Pengelompokan pengertian keindahan dengan berdasar pada cakupannya.
Bertitik tolak dari landasan ini kita bisa membedakan antara keindahan sebagai kualitas abstrak dan keindalan sebagai sebuah bcnda tertentu yang memang indah. Perbedaan semacam ini lebih tampak, misalnya dalam penggunaan bahasa Inggris yang mengenalnya istilah beauty untuk keindahan yang pertama, dan istilah The Beautiful untuk pengertian yang kedua, yaitu benda atau hal·hal tertentu yang memang indah.

3. Pengelompokan pengertian keindahan berdasar luas-sempitnya.
Dalam pengelompokan ini kita bisa membedakan antara pengertian keindahan dalam arti luas, dalam arti estetik murni, dan dalam arti yang terbatas. Keindahan dalam arti luas, menurut The Liang Gie, mengandung gagasan tentang kebaikan. Untuk ini bisa dilihat misalnya dari pemikiran Plato, yang menyebut adanya watak yang indah dan hukum yang indah: Aristoteles yang melihat keindahan sebagai sesuatu yang baik dan juga menyenangkan
Dari apa yang dikemukakan di atas, ada hal bisa kita petik, yaitu: Pertama, keindahan menyangkut persoalan filsafati, sehingga jawaban terhadap apa itu keindahan sudah barang tentu bisa bermacam-macam. Kedua, keindahan sebagai pengertian mempunyai makna yang relatif, yaitu sangat tergantung kepada subyeknya.
Pengertian keindahan tidak hanya terbatas pada kenikmatan penglihatan semata-mata, tetapi sekaligus kenikmatan spiritual. Itulah sebabnya Al-Ghazali memasukkan nilai-nilai spiritual, moral dan agama sebagai unsur-unsur keindahan, di samping sudah . barang. tentu unsur-unsur yang lain.

C. Alasan Manusia Mencipta Keindahan
Keindahan itu pada dasamya adalah alamiah. Alam itu ciptaan Tuhan. Ini berarti bahwa keindahan itu ciptaan Tuhan. Alamiah itu artinya wajar, tidak herlebihan tidak pula kurang. Kalau pelukis wanita lebih cantik dari keadaan yang sebenarnya, justru tidak indah. Karena akan ada ucapan “lebih cantik dari warna aslinya”. Bila ada pemain drama yang berlebihlebihan, misalnya marah dengan meluap-Iuap padahal kesalahan kecil, atau karena kehilangan sesuatu yang tak berharga kemudian menangis meraung-raung, itu berarti tidak alamiah.
Maka keindahan berasal dari kata indah berarti bagus, permai, cantik, molek dan sebagainya. Benda yang mengandung keindahan ialah segala hasil seni dan alam semesta ciptaan Tuhan. Sangat luas kawasan keindahan bagi manusia. Karena itu kapan, di mana, dan siapa saja dapat menikmati keindahan.

D. Hubungan manusia dan keindahan
manusia memiliki lima komponen yang secara otomatis dimiliki ketika manusia tesebut dilahirkan. Ke-lima komponen tersebut adalah nafsu, akal, hati, ruh, dan sirri (rahasia ilahi). Dengan modal yang telah diberikan kepada manusia itulah (nafsu, akal dan hati) akhirnya manusia tidak dapat dipisahkan dengan sesuatu yang disebut dengan keindahan. Dengan akal, manusia memiliki keinginan-keinginan yang menyenangkan (walaupun hanya untuk dirinya sendiri) dalam ruang renungnya, dengn akal pikiran manusia melakukan kontemplasi komprehensif guna mencari niolai-nilai, makna, manfaat, dan tujuan
dari suatu penciptaan yang endingnya pada kepuasan, dimana kepuasan ini juga merupakan salah satu indikator dari keindahan.
Akal dan budi merupakan kekayaan manusia tidak dirniliki oleh makhluk lain. Oleh akal dan budi manusia memiliki kehendak atau keinginan pada manusia ini tentu saja berbeda dengan “kehendak atau keinginan” pada hewan karena keduanya timbul dari sumber yang berbeda. Kehendak atau keinginan pada manusia bersumber dari akal dan budi, sedangkan kehendak atau keinginan pada hewan bersumber dari naluri.
Sesuai dengan sifat kehidupan yang menjasmani dan merohani, maka kehendak atau keinginan manusia itu pun bersifat demikian. Jumlahnya tak terbatas. Tetapi jika dilihat dari tujuannya, satu hal sudah pasti yakni untukmenciptakan kehidupan yang menyenangkan, yang memuaskan hatinya. Sudah bukan rahasia lagi bahwa “yang mampu menyenangkan atau memuaskan hati setiap manusia itu tidak lain hanyalah sesuatu yang “baik”, yang “indah”. Maka “keindahan pada hakikatnya merupakan dambaan setiap manusia; karena dengan keindahan tu itu manusia merasa nyaman hidupnya. Melalui suasana . keindahan itu perasaan “(ke) manusia (annya)” tidak terganggu.
Dengan adanya keinginan-keinginan tersebut, manusia menggunakan nafsunya untuk mendorong hasrat atau keinginan yang dipikirkan atau direnungkan oleh sang akal tadi agar bisa terrealisasikan. Ditambah lagi dengan anugrah yang diberikan-Nya kepada kita (manusia) yakni berupa hati, dimana dengan hati ini manusia dapat merasakan adanya keindahan, oleh karena itu manusia memiliki sensibilitas esthetis

Do’a Para Pelaut yang Tabah


Do’a para pelaut yang tabah
(karya: Sapardi Djoko Damono)

Kami kini berjanji kepada sejarah
Untuk pantang menyerah
Bukankah telah kami lalui pulau demi pulau, selaksa pulau
Dengan perahu yang semakin mengeras
Oleh air laut
                Selalu bajakkan otot-otot lengan kami, Ya Tuhan
                Yang tetap mengayuh entah sejak kapan
                Barang kali akan segera memutih rambut kami ini
                Satu demi satu merasa letih, dan tersungkur mati
                Tapi berlaksa anak-anak
                Kami akan memegang dayung serta kemudi menggantikan kami
Kamilah yang mengayuh perahu-perahu Sriwijaya dan Majapahit
Mengayuh perahu-perahu Makasar dan Bugis
Sebab kami telah bersekutu dengan sejarah
                Untuk menindukkan lautan
Laut yang diam adalah sahabat kami
Dan laut yang memberontak dalam prahara dan topan adalah alasan yang paling baik
Untuk menguji kesetiaan dan bukti kami pada-Mu
Barang kali beberapa orang putus tulang-tulangnya
Tapi, anak-anak yang setia segera mengubur mereka dilaut
Dan melanjutkan perjalanan yang belum selesai ini
Biarlah kami bersumpah kepada sejarah Ya Tuhan
Untuk membuat bekas-bekas yang tak terbatas dilautan

sumber: 


biografi raditya dika


                Dika Angkasaputra Moerwani atau yang biasa kita kenal “Raditya Dika” adalah seorang penulis asal Indonesia. Pria kelahiran Jakarta, 28 Desember 1984 dikenal sebagai seorang penulis novel-novel jenaka, novel yang ia tulis berasal dari blognya kemudian dijadikan sebuah buku. Radit bisa dibilang bukanlah seorang penulis biasa, karena gaya menulisnya unik serta pemeberian judul bukunya yang sebagian besar memakai nama binatang. Radit mengawali keinginan untuk membukukan catatan hariannya diblog pribadinya. Saat ia memenangi Indonesian Blog Award. Radit juga pernah meraih penghargaan bertajuk The Online Inspiring 2009. Dari pengalamanitu ia mencetak tulisan-tulisannya diblog kemudian ia menawarkan ke beberapa penerbit untuk dicetak sebagai buku. Awalnya banyak yang menolak, tapi kemudian ia ke Gagasmedia sebuah penerbit buku, lalu naskah itu diterima meski harus presentasi dahulu.
                Novel pertama Radit terbit pada tahun 2005 yang berjudul “Kambing Jantan: Sebuah Catatan Harian Pelajar Bodoh”. Novel ini menceritakan tentang kehidupan pribadinya saat berkuliah dia Adelaide, Australia. Karya kedua yang berjudul “Cinta Brontosaurus” terbit pada tahun 2006. Novel ini menceritakan tentang perjalanan cinta Radit yang selalu kurang beruntung. Buku ketiganya berjudul “Radikus Makankakus: Bukan Binatanf Biasa” pada tahun 2007, buku ini menceritakan tentang pengalaman Radit yang pernah menjadi badut monas seharian. Buku keempat yang berjudul “Babi Ngesot: Datang Tak DIundang Pulang Tak Berkutang” terbit pada tahun 2008. Buku kelima yang berjudul “Marmut Merah Jambu” pada tahun 2010. Buku keenam yang berjudul “Manusia Setengah Salmon” pada tahun 2011. Selain menulis ia juga seorang aktor, film pertamanya adalah “Kambing Jantan The Movie” ceritanya diangkat dari novel pertamanya. Ia jugamenulis skenario untuk film “Maling Kutang” dan yang baru ini menjadi aktor untuk film “Cinta Brontosaurus” “Cinta Dalam Kardus” dan “Manusia Setengah Salmon”.
                Raditya Dika menjadi sukses dengan karya-karyanya. Ia tampil dengan genre baru yang segar. Yang membuat ia berbeda dari penulis lain adlaah ide nama binatang yang selali ia pakai. Menurut Radit, sebagai penulis harus tetap memiliki inovasi. Hambatan bukan hanya dari industri buku melainkan juga dri hal-hal yang sifatnya diagonal. Bagi radit hal yang perlu dilakukan adalah terus berkreasi dan bertindak kreatif. Baginya, kompetisi yang ada adalah kunci untuk berinovasi.

semoga bermanfaat :)
-raysa renita-

Hujan


Sore ini langit sangat mendung
Hawa terasa dingin
Saat diri melepas lelah
Ditemani hujan yang turun
            Disaat hujan turun, aku berlindung disebuah payung yang terbuka
            Air yang menetes dipinggir payung itu
            Aku pun menadahkan tanganku
            Untuk merasakan dinginnya air hujan itu
Aku selalu bahagia
Saat hujab turun
Karena, aku dapat menikmati keagunganmu
Dapat melihat air yang mengalir
            Hujan… kau begitu berarti bagiku
            Kau dapat merperhijau tumbuhanku
            Semoga kau selalu membawa berkah bagiku
            Karena, aku selalu bersyukur disaat hujan turun


-Raysa Renita-

Minggu, 20 Oktober 2013

Kasih Sayang seorang IBU

"IBU" tiga huruf yang mempunyai arti yang sangat besar. IBU adalah sosok seorang wanita yang tiada tara. Selalu membimbing kita, menyayangi kita, mencintai kita dengan penuh kasih sayang. Ibu, seperti apapun dia tetaplah wanita yang paling mulia di dunia ini, pemimpin terbaik zaman juga memberi teladan agar umat manusia 2/3 pengabdian dan baktinya diberikan kepada ibu. Ini tentu mengandung rahasia besar, bukan sekedar teori atau saran tanpa makna. Kesuksesan setinggi apapun yang dicapai oleh anak tak bisa dilepaskan dari peran seorang ibu. Tanpa rasa lelah sosok Ibu pun selalu tegar didepan hadapan kita. Ibu selalu menjadi wanita yang kuat, tegar, dan tanpa kenal lelah. Ibu selalu menimang kita pada saat kita tidur, ada pula yang membacakan dongen sebelum tidur, dan ibu selalu senang kalau kita sebagai anak selalu terlihat ceria didepan ibu. Semakin berjalannya waktu, semakin tua pula ibu kita. Kita pun hampir lupa bahkan tak sadarkan diri apa yang telah kita perbuat pada ibu kita. Terkadang seorang anak ada yang membentak ibunya sendiri, bahkan selalu melawan kepada ibunya. Sadarlah... dulu pas kita masih kecil ibu selalu merawat kita dan menjaga kita dengan baik dan penuh kasih sayang. Janganlah engkau membentak ibu mu, memarahi ibu dan mengelak pada ibu mu. Karena surga itu ada dibawah telapak kaki ibu. 
Semakin bertambahnya usia ibu kita, kita harusnya sadar sekarang giliran kita lah yang menjaga ibu kita. Dulu ibu yang selalu menyiapkan makanan untuk kita, tapi sekarang? giliran kita lah yang menyiapkan makanan untuk ibu. Dulu ibu yang selalu menuntun kita untuk pandai berjalan, tapi sekarang? giliran kita lah yang menuntun ibu kita untuk tetap bisa berjalan dengan kaki-kaki yang sudah mulai melemah. 
Betapa besarnya pengorbanan ibu kita terhadap kita. Jangan lah kau menyia-nyiakan semua itu, cepat atau lambat kalian sebagai anak akan merindukan hal yang dulu pernah dilakukan oleh ibu waktu kita kecil. Bahagiakanlah ibu mu sebelum ibu mu meninggal kan mu.

-@raysa_renita-

Manusia dan Cinta Kasih


Cinta merupakan pengalaman yang sangat menarik yang pernah kita alami dalam hidup ini. Sangat disesali, orang pada umumnya masih bingung akan apakah arti cinta itu sesungguhnya. Kebingungan mereka semakin bertambah ketika dunia perfileman memperkenalkan arti cinta yang salah dimana penekanan akan cinta selalu dititik beratkan pada perasaan dan cerita romantika.
 Dari zaman dahulu sampai sekarang hakikat cinta kasih masih menjadi perbincangan yang tidak dibatasi secara jelas dengan makna yang luas pula. Walaupun, sulit juga untuk diungkapkan dan diingkari bahwa cinta adalah salah satu kebutuhan hidup manusia yang cukup fundamental. 
Kendati pun demikian, hampir setiap orang tidak pernah berpikir tentang apa dan bagaimana cinta itu. Padahal berpikir tentang apa dan bagaimana cinta itu,  cinta bisa diibaratkan sebagai suatu seni yang sebagaimana bentuk seni lainnya sangat memerlukan pengetahuan dan latihan untuk bisa menggapainya.
Cinta itu seperti air yang mengalir, semakin jauh air yang mengalir semakin kerasa pula cinta yang kiita rasakan. Cinta tidak harus melampiaskan dengan orang yang kita sayang, tetapi cinta harus dikasih oleh alam semesta ini. Alam yang sangat indah dan kita pun sebagai manusia yang menikmati alam ini harus mencintai dan mengasihi alam yang telah diberikan.